Sabtu, 27 April 2013

GANGGUAN HAID DAN SIKLUSNYA




Setelah kita tahu fisiologis haid maka kita dapat memahami gangguan- gangguan haid dan siklusnya:

I.                   Kelainan dalam banyaknya darah dan lamanya perdarahan haid
a.       Hipermenorea atau menoragia
b.      Hipomenorea
II.                Kelainan siklus
a.       polimenorea
b.      oligomenorea
c.       amenorea
III.             Perdarahan diluar siklus haid
Metroragia
IV.             Gangguan lain yang ada hubungan dengan haid
a.       premenstrual tension
b.      mastodinia
c.       mittelshmerz ( nyeri saat ovulasi )
d.      dismenorea ( nyeri saat haid )

HIPERMENOROE.
Def. perdarahan haid yang lebih banyak dari normal atau lebih lama dari normal ( > 8 hari ).
Sebab terjadinya hal ini karena adanya kelainan organic uterus seperti mioma uteri, dengan permukaan endometrium yang lebih luas, polip endometrium, miom geburt dll. Pada gangguan pelepasan endometrium sering juga terdapat gangguan pada pembentukan endometrium. Pengobatan tergantung situasi dan kondisi saat terjadinya/timbulnya keluhan wanita tersebut

HIPOMENOROE
Perdarahan yang lebih pendek dan atau lebih kurang dari biasa
Sebab terjadinya dapat karena konstitusi penderita ataupun endokrin, ataupum sebab lain
Pengobatan tergantung penyebabnya.

POLIMENOROE
Disini lama siklus lebih pendek dari biasa, kurang dari 21 hari, dengan jumlah darah bisa normal ataupun lebih banyak

OLIGOMENOROE
Disini lama siklus lebih lama, bisa lebih 35 hari, apabila lebih 3 bulan maka disebut pula amenoroe. Perdarahan pada siklus haid ini biasanya sedikit. Pada siklus haid ini fertilitas dapat normal hanya masa proliferasi lebih lama.

AMENOROE
Amenoroe adalah keadaan tidak adanya haid selama 3 bulan berturut-turut.
Amenoroe primer adalah bila sampai usia 18 tahun tidak pernah haid, biasanya disebabkan hal yang lebih berat.( amenoroe patologik )
Amenoroe sekunder adalah sudah pernah mendapat haid tetapi karena sesuatu hal tidak mendapat haid lagi. Hal ini biasanya dihubungkan dengan infeksi, gangguan gizi, gangguan emosi  dan lain-lain.
Kriptomenoroe- penderita mengalami haid tetapi tidak keluar vagina karena ada yang menghalangi seperti atresia vagina, hymen-imperforata  dll.
Amenoroe fisiologik adalah amenoroe karena proses fisiologik seperti hamil, laktasi, menopause.

KLASIFIKASI AMENOROE PATOLOGIK
1. Gangguan organic pusat-    tumor, radang , kerusakan yang bersifat sentral
2. Gangguan kejiwaan                        a. syok emosional ( kesedihan yang berat )
                                                b. psikosis ( depresi)
                                                c. anoeksia nervosa (Terjadi kemunduran dari alat penting )
                                                d. psudosiesi ( hamil palsu )
3. Gangguan poros hipotalmus –hipopisis-     a.sindroma amenoroe galaktoroe
                                                                        b.sindroma Stein-Leventhal
                                                                        c.amenoroe hipotalamik
4.Gangguan hipopisis              a. Sidroma Sheehan dan penyakit Simmonds
                                                b. Tumor  1.Adenoma basifil ( Peny. Cushing)
                                                                2.Adenoma Asidofil (Akromegali, Gigantisme)
                                                                3.Adenoma kromofob ( Sind. Forbes-Albright)
5.Gangguam gonad A.Kongenital : Sidroma Turner ( disgenesis ovarii )
                                                         Sid. Testicular feminization
                                B.Menopause premature
                                C.The insensitive ovary
                                D.Fungsi ovarium terhenti karena operasi, radiasi dll
                                E.Penyakit Adisson
6.Gangguan kel. Tiroidea : hiper atau hipo dan kretisme
7.Gangguan pancreas : DM
8.Gangguan uterus dan vagina : 1. Aplasia dan hipoplasi
                                                   2.Sindroma Ansherman
                                                   3.Endometritis Tuberkulosa
                                                   4.Histerektomi
                                                   5.Aplasia Vagina
10.Penyakit Umum – Anemia, Liver, obesitas,Gangguan gizi

Untuk menegakan diagnosis diperlukan pemeriksaan yang cukup rumit- mulai laboratorium biasa sampai pemeriksaan genetic.
Diagnosis diferensial dapat ditegakan dengan cara :
I.                   Pemberian hormon progesterone- beberapa hari bila dalam 2-7 hari berdarah berarti poros –hipotalamus-hipopise-ovarium masih berfungsi, esterogen dalam darah ada produksi
II.                Bila tidak berdarah maka 1. Uterus tidak bereaksi atau 2. tidak terdapat esterogen. Untuk itu dilanjutkan dengan pemberian- golongan esterogen 21 hari ditambah progesterone 5 hari terakhir. Bila tidak berdarah dalam 2 minggu maka uterus sudah tidak berfungsi. Bila berdarah maka langkah ke III.
III.             Periksa kadar FSH dalam darah – Bila tinggi maka ovarium tak berfungsi ( FSH normal = 5-25 mIU/ ml ), bila rendah maka hipopise tak berfungis atau organ lain yang lebih atas ,tak berfungsi.


PERDARAHAN BUKAN HAID
Adalah perdarahan yang terjadi dalam masa antara 2 haid., dapat sebagai menoragia atau menpmetroragia

SEBAB- SEBAB
ORGANIK:
  1. Kelainan pada- serviks uteri- radang , erosion, keganasan
  2. Kelainan pada uterus- radang, abortus, mola, neoplasma jinak maupuin ganas
  3. Kelainan tba- Kehamilan ektopik, tumor, radang
  4. Kelainan ovarium

FUNGSIONAL :
Tidak ada kelainan organik sehingga disebut perdarahan disfungsi ( DUB)
Kelainan ini lebih sering terjadi pada wanita awal dan akhir dari berfungsinya ovarium

Patologi
Perdarahan yang terjadi akibat adanya persistensi folikel sehingga taka ada ovulasi dan tidak terjadinya pemebentukan korpus luteum. Dengan demikian produksi esterogen terus meningkat  dan terjadilah hyperplasia endometrii. Tetapi dapat pula sebab lain sehingga pada endometrium terjadilah endometrium atrofik , prolferatif yang sekretoris maupun nosekretoris..Dengan gambaran PA maka dalam pengelolaan klinisnya dipisah antar Ovulatoar dan Anovulatoar

Gambaran klinis
Ovulatoar.
Untuk menegakan diagnosis ini, diperlukan kerokan endometrium pada masa mendekati haid, bila sulit dikenali lagi siklus haidnya maka dipakai suhu basal bodi.
Bila hasil PA berupa endometrium saat sekresi maka, perlu dipikirkan
  1. Korpus luteum persisten- pada kasus ini kadang-kadang dijumpai ovarium membesar ( kista funsional ) . Korpus luteum persisten dapat menyebabkan irregular shedding ).Pd PA dijumpai endometrium sekresi dan non-sekresi
  2. Insufisiensi korpus luteum
  3. Apopleksia uteri – pada wanita hipertensi
  4. Kelaian darah- ITP, Anemia dll.

Anovulatoar
Perdarahan anovulatoar memberikan gambaran hyperplasia endometrii.
Oleh Novak keadaan ini dibagi berdasar sebab-sebabnya :
  1. Sentral : factor psikis ,cemas yang berlebihan
  2. Perifer : Cirrosis hepatic, nepritis chronika
  3. Konstitusi : anemia DM dll

Shinagawa dan Maki membagi perdarahan anovulatoar menjadi
  1. Hemodysfunctional: disebut pula diathesa hemorhagika seperti leukemia, keracunan obat-obatan dll
  2. Vasculofunctional : apoplexia uteri akibat hipertensi, srteriosclerosis
  3. Textodysfunctional :hyperplasia endometrii, atropia endometrii, irregular shedding.

Perdarahan endometrium dapat disebabkan satu factor atau beberapa faktyor menjadi satu.

DIAGNOSIS.
Untuk membuat diagnosis perdarahan vagina/ DUB , anamnesa harus teliti sehingga factor-faktor organic sebagai penyebab dapat disingkirkan seperti KB, neoplasma, infeksi atau pemakaian obat-obatan lain.
Kuretase dikerjakan untuk terapi dan diagnosis- sehingga tindakan akan lebih terarah dalam menagani kasus DUB

PENGOBATAN.
Terapi pertama umumnya bersifat simtomatis yaitu menghentikan perdarahan.
Maki dkk dalam penelitiannya menyatakan bahwa di endometrium ada proses fibrinolisis akibat dari banyaknya activator plasminogen., sehingga diberi obat antiplasminogen yaitu Asam Tranexamat atau Epsilion Amino Caproic Acid. Dengan cara ini 87% DUB dapat sembuh.
Cara lain dengan hormonal yaitu bisa esterogen ataupun progesterone ataupun golongan androgen, tetapi dengan preparat ini dapat menimbulkan  “with drawal bleeding “ = perdarahan lecut.
Apabila dengan medikamentosa tak sembuh baru dipikirkan apakah perlu histerektomi.



DISMENOREA

Dismenorea adalah nyeri sewaktu haid.
Gangguan ini sifatnya sangat subyektif , berat ringannya keluhan sukar dinilai dan sampai sekarang patogenesenya belum dapat dipecahkan dengan memuaskan.
Dismenorea ini kadang-kadang disertai dengan mual-mual , vertigo sehingga penderita harus istirahat total.

PEMBAGIAN:
  1. Primer ( essential ,intrinsic, idiopatik ) – tidak ada hubungan dengan kelainan ginekologik
  2. Sekunder (ekstinsik, acquired )-adanya kelainan ginekologik- infeksi, endometriosis, stenosis serviks uteri dll )
Kadang-kadang yang tadinya diduga primer tetapi setelah diteliti ternyata sekunder.

DISMENOREA PRIMER

Pada keadaan ini tak ditemukan kelainan organic pada organ genitalia. Pada umumnya gejala ini muncul beberapa bulan bahkan tahun setelah menarche. Nyeri muncul bebetrapa hari sebelum atau dan bersamaan haid dengan sifat nyeri hilang timbul, perut terasa kram kadang-kadang disertai mual vertigo dll. Keluhan dapat bebrapa jam, tetapi dapat beberapa hari.

Sebab-sebab.
Secara patofisiologis belum jelas benar, hanya kita tahu bebrapa factor predidposisi yang memegang peranan penting sehingga keluha ini muncul.
  1. Kejiwaaan : Terutama pada wanita yang emosinya labil, apalagi tidak mendapat penjelasan tentang arti haid bagi wanita.
  2. Konstitusi : Erat sekali dengan kejiwaan. Wanita yang jiwanya labil ditambah dengan gizi rendah atau memiliki penyakit menahuun akan mudah timbulnya keluhan ini.
  3. Obstruksi kanalis servikalis: Pada wanita dengan uterus yang retrofleksi sehingga canalis servikalis tertekuk sehingga aliran darah haid terganggu dan rasa nyeri akibat kontraksi uterus semakin kuat. Tetapi ada juga wanita tanpa kondisi demikian terjadi pula  dismenorea.
Pada kasus adanya tumor – polip endometrium dapat pula dismenorea tetapi seing kali tidak ada keluhan dismenorea
  1. Endokrin : Hal ini berkaitan sekali dengan rasa sakit akibat kontraksi uterus yang kuat karena pengaruh hormonal., terutama hormone esterogen. Menurut Cliheroe dan Pickles, dalam jaringan endoetrium fase sekres banyak sekali mengandung Prostaglandi F 2 yang menyebabkan uterus berkontraksi, zat ini pula yang menyebabkan cephalgi, mual dll.
  2. Alergi : Dikatakan haid merupak toksin, sehingga menimbulkan reaksi antigen antibody.
Pada kasus tertentu ada yang disebut dismenorea membranasea yaitu pengeluran darah haid tidak sedikit-sedikit tetapi dalam jumlah banyak dalam sekali pengeluaran. Hal ini disebabkan korpus luteum mengeluarkan progestero berlebihan sehingga endometrium fase sekresi tebal dan kompak sehingga sulit hancur , berakibat dikeluarkan dalam bentuk gumpalan besar.

Penanganan :
  1. Pemjelasan tentang penyakitnya
  2. Pemberian obat anlgetik- berhubung salah satu penyebab adalah peningkatan prostaglandin maka obat yang tepat adalah antiprostaglandin – Asam menfenamat beserta keturunannya.
  3. Dapat pula diberi obat penekan ovulasi, sehingga tidak terjadi haid
  4. Penting pula dicari dengan cermat kelainan organic- endometriosis. Polip endometrium, stenosis canalis servikalis


PREMENSTRUAL TENSION SINDROM

Merupakan keluhan-keluhan yang timbul bebrapa hari sebelum haid muncul dan menghilang sesudah haid dating. Keluhan ini pada bebrapa wanita bisa menimbulakn gangguan jiwa  ataupun aktivitas sehari-hari karena beratnya .
Keluhan yang timbul seperti emosi yang labil, gelisah, tidak konsentrasi, nyeri kepala.a sakit, sampai depresi berat

Sebab:
Penyebab tidak jelas, tetapi akhir-akhir ini sudah mulai terbuka bahwa hal ini timbul karena  wanita tersebut peka sekali terhadap perubahan keseimbangan hormonal – esterogen dan progesterone- sehingga gejala akan timbul pada fase luteal atau pada saat mau haid.
Pada saat menjelang haid biasanya terjadi retensi cairan sehingga payudara bengkak , sakit, sakit kepala dll.

Penanganan:
Dapat diberi obat antidiuretik, atau membatasi konsumsi garam. Akhir-akhir ini ada suatu kontrasepsi oral selain berfungi sebagai kontrasepsi, tetapi berfungsi pula sebagai pengeobatan pada wanita dengan PMS ( Premenstrual Tension Sindrom), lebih dikenal Pil KB 24/4.

VICARIOUS MENSTRUATION : Keadaan dimana terjadi perdarahan saat haid, bukan berasal darin uterus, tetapi berupa epistakis ataupun dilain tempat seperti lambung, paru.
( Ini mungkin suatu endometriosis eksterna, sehingga perlu patologi anatomi )

MASTALGIA;
Rasa nyeri saat haid karena pengaruh hormone esterogen yang berefek retemsi cairan.




KONTRASEPSI

DEFINISI :
Usaha untuk mencegah terjadinya kehamilan yang sifatnay dapat sementara maupun menetap. Sampai saat ini kontrasepsi yang ideal belum ada.
Kontrasepsi yang ideal adalah
  1. Dapat dipercaya
  2. Tidak menimbulkan efek yang mengganggu kesehatan
  3. Daya kerja dapat diatur sesuai kebutuhan
  4. Tidak mengganggu sewaktu coitus
  5. Tidak perlu motivasi terus menerus
  6. Mudah pelaksanaanya
  7. Murah harganya
  8. dapat diterima oleh pasutri.

Ada beberapa pengertian dalam pemakaian kontrasepsi yaitu
Akseptabilitas yaitu
  1. Dapat dipercaya
  2. Tidak efek samping atau minimal
  3. Tidak mengganggu koitus
  4. Mudah penggunaannya
  5. Harga terjangkau

Efektivitas:
Berdasra Index Pearl ‘s :

Index Pearl’s per 100 th- wanita=    Jumlah seluruh kehamilan   X 1200
                                                       Jml Bulan menjalani koitus

Dengan kelemahan bahwa masing-masing akseptor berbeda fertilitas dan fekundasinya, sehingga oleh Tietze dipakai life table technique yaitu
  1. Daya guna teoritis ( theoretical effectiveness) yaitu kemampuan kontrasepsi untuk menhurangi terjadinya kehamilan yang tidak diingini, apabila obay/alat itu dipakai terus menerus dsn sesuai petunjuk yang diberikan.
  2. Daya guna pemakaian ( use effectiveness ) yaitu kemampuan suatu kontrasepsi dalam keadaaan sehari-hari dimana pemakaiannya dipengaruhi oleh factor-faktor indivdu seperti- tidak hati-hati, tidak sesuai peraturan dll.

MACAM-MACAM CARA KONTRASEPSI :
  1. TANPA ALAT ATAU OBAT:
  1. Sanggama terputus, kegagalan terjadi karena
  1. Adanya keluarnay air mani sebelum ejakulasi ( praejaculatory fluid )
  2. Terlambatnya penis keluar vagina
  3. Le;uarnay semen dekat vagina- sperma dapat berjalan dengan media lender serviks.
  1. Pembilasan setelah sanggama
  2. Perpanjangan masa menyusui: dengan cara lebih sering menyususi denag lama menysui lebih 10 menit
  3. Pantang berkala.
Cara ini dikenal sebagai cara Ogino-Knaus , dengan dasar bahwa wanita dapat hamil hanya bebrapa hari saja dalam tiap daur haidnya. Masa subur , disebut pula masa ovulasi  mulai 48 jam sebelum ovulasi dan berakir 24 jam setelah ovulasi.
Kesulitan dari cara ini adalah bagi mereka yang haidnya tidak teratur, atau walaupun haid teratur tetapi karena sesuatu sebab seperti sakit atau minum obat tertentu akan mempengaruhi ovulasi. Untuk mengatasi hal ini dengan cara mencermati 6 bulan siklus haid , selanjutnya siklus terpendek – 18, sedangkan siklus terpanjang  - 11. Misal siklus terpendek 21 hari dan terpanjang 30 hari, maka masa subur adalah 21-18= 3 ( hari ke 3 haid), dan 30 – 11= 19 ( hari ke 19). Jadi masa subur adalah hari ke 3 haid sampai hari ke 19. Diluar masa itu adalah tidak subur.
Cara ini akan lebih efektif bila dibarengi dengan memakai pengukuran suhu basal badan.

Kontrasepsi mekanais :
Kondom.( Pria )
Ukuran kira-kira diameter 31-36,5 mm, dengan panjang 19 cm., tujuannya adalah menampung air mani yang dikeluarkan sehingga tidak terjadi kehamilan.
Supaya efektif pemakaiankondom harus sesuai dengan petunjuk.

 Wanita.
Pesarium vagina

A   Diafragma vagina
Berupa kantung karet seperti mangkuk dengan per elastis dipinggirnya, dengan ukuran bervariasi dari 55 mm- 100 mm, masing-masing individa berbeda.
Bila perlu diberi spermitizied supaya lenih efektif.
Biasanya digunakan pada wanita
  1. frekuensi koitus jarang
  2. tidak ada cara lain yang cocok
Cara ini tidak boleh bila:
  1. Adanya sistocele
  2. Fistula vagina
  3. Uterus yang hiper ante atau retro fleksi.
      Kerugian cara ini adalah angka kegagalan yang tinggi.
Cara ini sudah lama ditinggalkan, dan alat sulit dicari.

B   Cervical cap: alat ini seperti mangkuk lebih kecil dari diaframa dan ditempelkan diportio.

Kontrasepsi dengan spermatisida:
Adalah obat yang dimasukan vagina dengan tujuan mematikan sperma sebelum masuk kedalam kanalis servikalis, sehingga tidak terjadi konsepsi.
Macam :
  1. Suppositorium- LOROFIN- aktif dalam lioma menit sampai 1 jam
  2. Jelly atau crème
  3. Tablet busa
  4. C-film.


KONTRASEPSI HORMONAL

Dibawah pengaruh hipotalamus maka hipopise akan mengeluarkan FSH dan LH, sehingga merangsang ovarium membuat esterogen dan progestero. Esterogen progesterone pula yang mempengaruhi pertumbuhan endometrium, serta perubahan hormone ini pula yang berakibat terjkadinya ovulasi. Denagn dasar inilah maka Pincus dan Rock memulai pemakaian kombnasinya sebgai kontrasepsi, dengan hasil yang baik di Puerto Rico.
Kombinasi ini atau hormon-hormon ini selanjutnya dikembangkan sampai sekarang dengan berbagai dosis ataupun turunannya untuk mencapai tingkat efektif yang lebih baik dan efek samping yang lebih rendah.
Sampai sekaran sudah beredar pil dengan bermacam kombinasi, suntikan ataupu IUD yang dilapisi hormonal.

Susunan pil / kontrasepsi hormonal
Sampai saat ini yang dipakai untuk golongan esterogen adalah Ethinyl estraduiol dan mestranol. Tetapi yang paling baik adalah Ethinyl estradiol.
Untuk progesterone yang dipakai adalah  derivate 19 nortestoterone, 17 ά hidroksiprogesterone dan 17 ά spironolactone

Mekanisme kerja komponen obat:
Masih banyak problem tentang obat ini mengenai cara kerjanya yang belum jelas benar, tetapi yang pasti bahwa metabolisme obat sintetik ini tidak sama dengan hormone alamiah.
Esterogen secara sentral menekan FSH sehingga tidak ada pematangan folikel berakibat pula tak terjadi ovulasi, secara perifer mempengaruhi endometrium stabil dalam fase proliferasi non sekresi sehingga sulit untuk implantsi, demikian pula dapat mempercepat perjalan ovum yang sudah dibuahi sehingg sulit nidasi. Bekerja sinergis dengan progestin sehingga dosis progestin menurun.
Progestin secara sentral menekan LH sehingga lonjakan LH ( - ) berakibat tidak terjadi ovulasi, secara perifire :
    1. Lendir serviks mengental sehingga sulit ditembus sperma
    2. Kapasitasi spermatozoa menenmbus ovum terganggu
    3. Membuat endometrium tidak reseptif terhadap implantasi
    4. Meningkat sekresi tuba dan menggangu peristaltic tuba.

FORMULASI PIL
Kombinasi pil ini dapat berupa :
  1. Monofasik : sejak awal minum samapi habis dosis sama
  2. Sequenstial: awal minum 1 jenis obat, dilanjutkan dengan 2 komponen
  3. Bifasik :  dosis awal 2 komponen, tidak sama dengan dosis berikutnya
  4. Trifasik : terdiri 2 komponen dengan 3 dodis yang berbeda
  5. Progestogen –only pill ( POP ).

Efek samping obat KB.
Efek samping obat ditemukan bila terjadi kelebihan dosis esterogen ataupun progesterone. Hal lain adalah progestogen pada jenis tertentu berefek sebagai esterogenik, androgenic ataupun mentabolik.

Kelebihan esterogen
Paling sering efek samping esterogen adalah rasa mual, retesnsi cairan, sakit kepala, nyeri pada mamma serta fluor albus. Rasa mual kadang disertai muntah, diare dan perut kembung. Sedangkan retensi cairan karena terjadi penurunan ekskresi air dan natrium dari ginjal- sehingga berakibat nyeri kepala, payudara sakit. Keluhan ini dapat dikurangi denmhan diet rendag garam dan bila perlu pemberian anti diuretic.
Dengan kondisi ini maka sekarang pil memakai dosis esterogen terndah yaitu 3 μg, bahkan puil yang dibuat paling terakhir memakai 2 μg.
Efek dari rendahnya esterogen kadang-kadang dapat menyebabkan spotting dan breakthrough bleeding

Kelebihan progesterone
Progesteron yang berlebihan dapat menyebabkan perdarahan tak teratur, nafsu makan bertambah, akne, alopesia, kadang-kadang payudara mengecil, fluor albus dan hipomenorea. Efek androgenic dari progesterone dapat menimbulkan akne dan alopesia. Fluor albus pada pemakai kontrasepsi hormonal pada umumnya karena candida albicans yang meningkat. Depresi karena progestogen dapat terjadi karena wanita tersebut secara emosional telah terganggu, dan pada penelitian terakhir gangguamj ini umumnya muncul, pada fase luteal dimana terjadi fluktuasi hormonal yang mencolok.

Kontraindikasi
1.   Tumor yang dipengaruhi esterogen                 6.Depresi
2.   Penyakit liver                                                  7.Mioma uteri
  1. Gangguan cerebrovaskuler                              8.Hipertensi
  2. DM
  3. Kehamilan

Kelebihan pil kombnasi
  1. Daya guna teoritis 100 %, daya guna pemakaian 95-98 %
  2. Frekuensi koitus tak perlu diatur
  3. Sklus haid teratur
  4. Keluhan dismenorea berkurang

Kekurangan :
  1. Pil harus diminum tiap hari                             4. Dapat terjadi amenoera permanent
  2. Motivasi harus kuat                                         5. Harga mahal
  3. Adanya efek samping
Selain berfungsi sebagai kontrasepsi, yang bermanfaat , kontrasepsi hormonal juga berpengaruh terhadap :
  1. Metabolisme lemak-sehingga meningkatkan kadar tiglserida , penurunan HDL ( high density lipoprotein ), sehingga harus hati-hati pada wanita yang mempunyai gangguan metabolisme lemak
  2. Metabolisme karbohidrat- hati-hati pada wanita yang mempunyai predisposisi penyakit DM
  3. Tekanan darah-pada wanita dengan hipertensi tidak boleh memakai hormonal karena akan memperberat hipertensinya
  4. Sistim pembekuan darah-hal ini karena esterogen mempengaruhi sistim pembekuan darah, dapat terjadi tromboemboli.

PIL SEKUENSIAL
Pil ini diindonesia tidak beredar terdiri esterogen diminum 14- 16 hari diikuti kombinasi esterogen dan progesterone 5- 7 hari.

MINIPILL ( PROGESTERONE DOSIS RENDA0
Obat hanya satu macam bahan yi progestron 0,5 mg/hari. Pemakaian pil ini tidak selalu menghambat ovulasi, tetapi menghambat sperma menenbus canalis servikalis dan menembus dinding ovum.

MORNING AFTER PILL (POSTCOITAL CONTRASEPTION )
Esterogen dosis tinggi yang dimasukan kedalam vagina setelah koitus dapat dapat menghalangi implantasi buah kehamilan

KONTRASEPSI SUNTIKAN
    1. DEPO PROVERA; berisi 6-ά medroksi progesterone diberikan setiap 12 minggu
    2. CYCLOFEM : berisi  medroksi prog.asetat dan estradiol cypionat                                        diberikan tiap 4 minggu

Mekanisme kerja:
1.Menghalangi ovulasi-menekan releasing factor dari hipotalamus
2.Mengentalkan lendir serviks
3.Implantasi terganggu
4.Melambatkan transportasi ovum

Keuntungan : 1. Efektivitas tinggi 2. Sederhana 3. Reversible 4. Mudah pelaksanaannya 5. Cocok untuk ibu menyusui

Kerugian :Sering spoting , dan sring terjadi amenoroe yang panjang

Proses Dan Mekanisme Pembentukan Urin




Urin dibentuk di nefron yaitu dengan menyaring darah dan kemudian mengambil kembali ke dalam darah bahan-bahan yang bermanfaat. Dengan demikian akan tersisa bahan tak berguna, yang nantinya akan keluar dari nefron dalam bentuk suatu larutan, yang disebut urin. Sebelum menjadi urin, di dalam ginjal akan terjadi tiga macam proses, yaitu: FiltrasiReabsorpsi, dan Augmentasi.
Filtrasi
Filtrasi terjadi di glomerulus. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang filtrasi, terlebih dahulu akan dibahas tentang pengertian filtrasi. Filtrasi adalah proses penyaringan darah yang mengandung zat-zat sisa metabolisme yang dapat menjadi racun bagi tubuh.
Proses filtrasi ini terjadi di glomerulus dan kapsula Bowman yang menghasilkan filtrat gromerulus atau urin primer. Mula-mula darah masuk ke glomerulus melalui arteriol afferent dan terjadi filtrasi sehingga menghasilkan urin primer, kemudian urin primer akan memasuki kapsula Bowman. Proses filtrasi terjadi akibat mengkerut dan mengembangnya arteriol afferent dan arteriol efferent yang masuk dan meninggalkan glomerulus.
Selama terjadi filtrasi sel-sel darah dan molekul protein tidak dapat disaring, sedangkan molekul-molekul yang berukuran lebih kecil seperti: garam, asam amino dan gula dapat disaring sehingga menjadi bagian dari filtrat glomerulus atau urin primer.
Reabsorpsi
Reabsorpsi terjadi di tubulus kontortus proksimal yang nantinya akan menghasilkan urin sekunder. Urin primer yang berkumpul dalam kapsula Bowman masuk ke dalam tubulus kontortus proksimal dan terjadi proses reabsorpsi.
Pada proses ini terjadi penyerapan kembali zat yang berguna oleh dinding tubulus, lalu masuk ke pembuluh darah yang mengelilingi tubulus.
Zat-zat yang diserap kembali oleh darah antara lain: glukosa, asam amino dan ion-ion anorganik (Na+,K+Ca++Cl-HCO3-HPO4-3SO4-3).
Proses ini terjadi karena transpor aktif. Hasil dari reabsorpsi urin primer adalah urin sekunder yang mengandung sisa limbah nitrogen dan urea.
Dengan demikian urin sekunder adalah hasil saringan dari urin primer yang mengandung limbah nitrogen dan urea.
Urine sekunder akan masuk ke lengkung Henle menuju tubulus kontortus distal. Pada saat melewati lengkung Henle desenden, air berosmosis keluar sehingga volume urin sekunder menurun dan menjadi pekat. Saat melewati lengkung Henle asenden, garam (Na+) dipompa keluar, sehingga kepekatan urin berkurang tetapi volume urin tetap. Dengan demikian konsentrasi garam di luar tubulus meningkat.
Augmentasi
Dari lengkung Henle asenden, urin sekunder akan masuk ke tubulus distal. Di dalam tubulus distal urin sekunder mengalami augmentasi yaitu proses penambahan zat –zat yang tidak diperlukan oleh tubuh ke dalam tubulus kontortus distal.
Zat sisa yang dikeluarkan dari pembuluh darah kapiler adalah ion hidrogen (H+), ion kalium (K+), NH3dan kreatinin. Pengeluaran (H+) ini membantu menjaga pH yang tetap dalam darah.
Selama melewati tubulus distal dan tubulus kolektifus, urin kehilangan banyak air (H2O) sehingga konsentrasi urin semakin pekat. Setelah itu urin memasuki pelvis renalis dan menuju ureter, kemudian dialirkan ke vesica urinaria untuk ditampung sementara waktu. Pengeluaran urin diatur oleh otot-otot sfingter. Kandung kemih hanya mampu menampung kurang lebih 300 ml. Kadung kemih di kendalikan oleh saraf pelvis dan serabut saraf simpatis dari plexus hipogastrik.
http://www.othe.org/ilmu-pengetahuan/kedokteran/2536/proses-dan-mekanisme-pembentukan-urin/